La Masia Jadi Lumbung Dana: Barcelona Kantongi Lebih dari Rp850 Miliar dari Penjualan Alumni Akademi Sejak 2024
2026-01-28 05:21:05 By Ziga
Barcelona membuktikan bahwa La Masia tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembinaan bakat, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang sangat krusial. Sejak 2024, klub asal Catalunya tersebut berhasil meraup lebih dari €50 juta dari penjualan pemain hasil didikan akademi.
Jumlah pemasukan itu setara dengan sekitar Rp850 miliar, dengan asumsi nilai tukar €1 berada di kisaran Rp17.000. Angka tersebut terbilang penting di tengah upaya Barcelona menata ulang kondisi finansial sekaligus mematuhi aturan keuangan yang berlaku.
Menariknya, lonjakan pendapatan ini justru datang bersamaan dengan kekecewaan dari jajaran pelatih, khususnya Hansi Flick. Barcelona baru saja harus merelakan kepergian Dro Fernandez, salah satu prospek paling cerah yang dihasilkan La Masia dalam beberapa tahun terakhir.
Hijrahnya Dro ke Paris Saint-Germain menegaskan dilema lama Barcelona: mempertahankan pemain muda berbakat atau melepasnya demi menjaga keseimbangan finansial. Dalam situasi ini, Blaugrana memilih langkah pragmatis.
Situasi tersebut menjadi pukulan bagi staf pelatih Barcelona, terutama Hansi Flick, setelah klub menyetujui transfer Dro Fernandez. Pemain muda itu memilih angkat kaki setelah mengutarakan keinginannya untuk mencari pengalaman dan tantangan baru di luar Camp Nou.
Dro akhirnya resmi bergabung dengan PSG. Barcelona dikabarkan menerima dana sekitar €8,2 juta atau setara Rp139,4 miliar, meskipun klausul pelepasannya hanya sebesar €6 juta. Nilai tersebut menunjukkan kecakapan klub dalam memaksimalkan proses negosiasi.
Transfer ini menempatkan Dro sebagai pemain termahal ketiga yang dilepas Barcelona dari akademi sejak 2024. Ia berada di bawah Chadi Riad yang hijrah ke Real Betis dengan nilai €9 juta serta Mika Faye yang direkrut Stade Rennais seharga €10,3 juta.
Kasus Dro mencerminkan wajah baru Barcelona. La Masia tetap menjadi pabrik pemain berkualitas, namun tidak semua talenta mampu bertahan lama di tim utama karena tuntutan ekonomi yang harus dihadapi klub.
Sedang Tayang
🔥 Populer