Liverpool Tak Boleh Ikuti Kesalahan MU
2026-01-29 02:55:39 By Anthem
Liverpool dinilai menghadapi ancaman serius gagal finis di zona Liga Champions. Mereka sungguh perlu mematangkan pikiran terkait sang manajer jika itu terjadi.
Liverpool mulai tergusur dari empat besar Liga Inggris menyusul rangkaian hasil mengecewakan belakangan ini. Tim juara bertahan itu tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terbarunya, empat kali seri dan sekali kalah.
Klub berjuluk Si Merah itu saat ini berada di posisi enam klasemen dengan 36 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Manchester United dan satu poin di belakang Chelsea.
Secara matematis peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar karena ada 15 pertandingan lagi. Tapi melihat trennya, Liverpool niscaya patut khawatir jika tak ada perbaikan segera.
Ini pula yang bikin masa depan Arne Slot sebagai manajer kembali dipertanyakan. Apalagi setelah Xabi Alonso menganggur usai pisah dari Real Madrid, mulai muncul lagi suara-suara untuk mendatangkan sang mantang gelandang ke Anfield.
Sebagai catatan, nama Alonso sempat santer dirumorkan akan ke Liverpool saat Juergen Klopp pamit. Tapi takdir mengatakan belum jodoh: Alonso dipinang Madrid dan Liverpool memilih Slot.
Kali ini kesempatan untuk menggaet Alonso kembali terbuka. Tapi bola ada di tangan Liverpool: mereka perlu benar-benar menyiapkan keputusan apakah akan bertahan dengan Slot atau tidak, dengan tiket Liga Champions musim depan semestinya jadi pertimbangan serius.
"Sesuatu yang Anda tak pernah ingin lakukan, dan Manchester United sudah melakukan kesalahan beberapa kali, adalah saat berpikir 'Rasanya kita perlu ganti manajer, tapi tidak yakin 100%' lalu sampai ke bulan Oktober dan berpikir lagi 'Kita seharusnya menggantinya'," ungkap mantan bek Liverpool Jamie Carragher di The Athletic.
"Saya bahkan benci membicarakannya, karena saya mengagumi manajernya. Dia memenangkan liga buat kami, sepakbolanya menakjubkan, tapi ada banyak kritik dari para suporter Liverpool di luar sana."
"Kalau dia lolos ke Liga Champions dan kita melihat tanda-tanda progresi, melaju bagus di Piala FA atau Liga Champions, saya bisa bilang 'Tidak, ini karena sebab kolektif. Para pemainnya tidak main seperti sebelumnya, manajernya sedang tidak menjalani musim yang terbaik, orang-orang di atasnya yang harus banyak bertanggung jawab'."
"Tapi kalau finis keenam, itu penurunan yang sangat besar. Akan sulit untuk membuat pembelaan atas hal itu."
MU sempat batal memecat Erik ten Hag pada musim panas 2024, tapi kemudian benar-benar mencopotnya di Oktober. Ruben Amorim sempat dikritik tajam usai MU finis di posisi 15 Premier League, namun klub menegaskan kepercayaannya hanya untuk memecatnya awal Januari lalu.
🔥 Populer