Zubimendi Berharap Keajaiban untuk Merino: Semoga Bisa Tampil di Piala Dunia 2026

2026-02-06 01:44:01 By Ziga

Cedera serius yang menimpa Mikel Merino meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi Arsenal, tetapi juga bagi rekan-rekannya di Timnas Spanyol. Martin Zubimendi tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya melihat gelandang andalan La Furia Roja itu harus berjuang melawan cedera berat, sambil menggantungkan harapan besar agar Merino tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026.

Arsenal sejatinya baru saja meraih kemenangan penting 3-2 saat bertandang ke markas Manchester United pekan lalu. Namun, hasil positif itu harus dibayar mahal. Merino mengalami retak tulang kaki akibat beban bermain yang terlalu tinggi, sebuah cedera yang memaksanya menepi dalam waktu lama.

Cedera tersebut membuat Merino harus menjalani tindakan operasi. Proses pemulihan yang panjang pun tak terhindarkan. Sejumlah pihak bahkan memprediksi musim 2025/26 milik Merino berpotensi berakhir lebih cepat, mengingat cedera tulang membutuhkan waktu rehabilitasi yang tidak singkat.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kondisi ini membuka kemungkinan Merino absen dari panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia 2026. Meski nantinya dipanggil ke skuad Timnas Spanyol, ada kekhawatiran sang pemain belum bisa mencapai kondisi fisik terbaiknya saat turnamen berlangsung.

Situasi tersebut menjadi pukulan emosional bagi Martin Zubimendi, yang mengenal betul karakter dan dedikasi Merino. Bagi Zubimendi, kehilangan Merino bukan hanya soal absennya seorang pemain penting, tetapi juga hilangnya sosok pemimpin di lini tengah Spanyol.

“Saya adalah orang pertama yang tahu bahwa dia akan melakukan apa pun agar bisa tampil di Piala Dunia. Saya sangat berharap itu bisa terwujud,” ujar Zubimendi, seperti dikutip dari ESPN.

Zubimendi menegaskan bahwa Merino merupakan pemain dengan profesionalisme tinggi dan semangat juang luar biasa. Cedera ini, menurutnya, menjadi pukulan paling berat bagi sang pemain sendiri.

“Sangat menyakitkan melihatnya harus menepi. Saya tahu betul betapa profesionalnya dia dan seberapa besar keinginannya untuk membantu tim di lapangan. Dia pasti orang yang paling kecewa dengan situasi ini, dan absennya dia akan berdampak besar bagi tim,” lanjut Zubimendi.

Kehilangan Merino memang terasa signifikan jika melihat kontribusinya musim ini. Bersama Arsenal, gelandang berusia 28 tahun itu tampil tajam dengan mencatatkan enam gol dan tiga assist dari 33 pertandingan di semua kompetisi. Perannya tak kalah vital di level internasional, di mana ia menjadi salah satu mesin gol Timnas Spanyol dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan torehan enam gol dan satu assist.

Kini, harapan Spanyol bertumpu pada proses pemulihan Merino. Jalan menuju Piala Dunia 2026 mungkin menjadi lebih berat, namun semangat juang dan dedikasi yang dimiliki sang gelandang membuat banyak pihak percaya—selama masih ada waktu, harapan itu belum sepenuhnya padam.

 
EMASPUTIHTOTO